Renungan " Kesempatan dan Keberuntungan "

Sudah lama Lina ngganggur. Puluhan lamaran telah disebar, belasan kali menjalani tes namun belum juga mendapat pekerjaan. Dalam ketidakpastian ia nyaris putus asa. Sampai suatu hari tergerak lagi saat mendengar ada lowongan posisi operator telegraf pada perusahaan telekomunikasi. Meski belum pernah mengoperasikan mesin telegraf, sewaktu kecil ia diajari kode morse oleh ayahnya.


Alangkah kagetnya Lina menjumpai kantor itu sudah penuh pelamar. Tak ada orang di meja resepsionis, kecuali kertas pengumuman yang mengharuskan para pelamar mengisi formulir yang tersedia, lantas menunggu perintah selanjutnya. Lewat celah pintu ruangan direktur yang terbuka separuh, bunyi mesin telegraf tit... tit... tit... tit... tit... terdengar dengan jelas.

Setelah mengisi formulir, Lina menunggu. Hatinya gelisah, ia ragu menghadapi pesaing begitu banyak. Dengan usia rata-rata lebih tua darinya, pasti mereka lebih berpengalaman. Ia bulatkan tekad, lalu melangkah masuk ke ruang direktur. Beberapa saat kemudian, Lina keluar ruangan dengan wajah berseri-seri diikuti direktur itu. Kepada pelamar yang masih menunggu, direktur berkata, "Terima kasih atas partisipasi anda sekalian, saya telah menerima salah seorang diantara anda menjadi pegawai. Silahkan yang lain pulang." Pernyataan itu segera menimbulkan kegaduhan.

" Kami semua menunggu di sini sejak pagi. Belum satu pun dipanggil wawancara. Bagaimana Bapak bisa langsung menerima lamaran gadis yang baru datang dan menyerobot masuk tanpa permisi pada kami?"

" Ketahuilah Bapak dan Ibu sekalian. Selama anda menunggu di sini, sesungguhnya mesin telegraf itu sudah berulang kali menyiarkan pengumuman kepada anda semua ... Apabila anda memahami pesan ini, silahkan masuk ke ruang kantor.. anda akan menerima pekerjaan ini.

Kesempatan ada dimana-mana. Penting bagi kita selalu waspada atas apa saja yang terjadi di sekitar. Ini persis seperti pernyataan pengarang Inggris abad ke-18, Sir Arthur Helps, penulis drama King Henry the Second. Keberuntungan tak selalu melayang rendah sehingga mudah ditangkap. Begitu pula kesempatan baik tak akan datang dengan cara yang kita inginkan.

Sumber: Intisari, Mei 2007

0 Response to "Renungan " Kesempatan dan Keberuntungan ""

Post a Comment

Maaf komentar yang tidak relevan/spam akan saya hapus.