Hemat Listrik

Pemanasan global yang tak terbendung akibat efek rumah kaca pada Bumi, belakangan menjadi perhatian para pemerhati lingkungan. Sebab jika pemanasan global ini tidak segera dikendalikan, maka dampaknya bisa sangat buruk bagi kehidupan manusia. Berbagai upaya harus segera dilakukan, diantaranya mencegah penebangan hutan yang tak terkendali dan mengurangi polusi udara yang dapat menyebabkan efek rumah kaca.

Secara tidak langsung, kita bisa mengurangi polusi dengan menghemat penggunaan listrik. Sebab, pembangkit listrik termasuk unit yang menghasilkan polutan, C02. Dengan meningkatnya konsentrasi gas CO2 di atmosfer, maka akan semakin banyak gelombang panas yang dipantulkan dari permukaan bumi diserap atmosfer. Hal ini akan mengakibatkan suhu permukaan bumi menajadi meningkat. Sekedar mengingatkan, penggunaan listrik dunia jadi penyumbang terbesar (37%) gas rumah kaca. Karena itu, kita bisa ikut berperan mengurangi pemanasan global dengan menghemat penggunaan listrik. Caranya, dengan menggunakan bola lampu hemat energi atau peralatan listrik secara efisien.

Saat ini Australia menjadi negara pertama di dunia yang pada 20 Februari 2007 secara resmi merencanakan melarang penggunaan bola lampu pijar tradisional. Langkah praktis ini akan memperlambat pemanasan global dan perubahan iklim dengan mengurangi 4 juta ton gas rumah kaca sisa penggunaan energi di Australia pada 2015.

Pengganti lampu pijar tradisional itu adalah lampu pijar yang lebih hemat 20% dalam penggunaan energi listrik. Diperhitungkan, bila penduduk dunia saat ini secara serempak menghentikan penggunaan bola lampu tradisional, listrik yang dihemat mencapai sekitar 5 kali konsumsi listrik Australia setahun.

Upaya serupa juga telah dibahas di negara bagian California, Amerika Serikat pada Januari 2007. Badan energi AS, Rocky Mountain Institute menghitung bahwa mengganti bola lampu 75 watt dengan lampu energi berdaya 20 watt tapi memberikan terang setara, akan menghemat 590 kg gas CO2 sepanjang masa pakai bola lampu tersebut. Walau harga lampu pijar hemat energi ini kini masih lebih mahal dibandingkan bila lampu tradisional, masa hidupnya lebih awet 4 hingga 10 kali.

Kita juga berhemat listrik dengan merancang dan memilih rumah serta kantor yang sesuai dengan iklim tropis. Misalnya dengan mendesain rumah yang memungkinkan sinar matahari dan udara segar bebas keluar masuk. Dengan desain semacam itu, kita dapat meminimalkan penggunaan lampu di siang hari dan pendingin udara sepanjang hari. Kita juga dapat mengatur kegiatan dengan peralatan rumah tangga bertenaga listrik di luar jam puncak penggunaan listrik (17.00 - 22.00). Untuk mengurangi beban PLN. Atau, memanfaatkan energi matahari dengan menjemur pakaian, alih-alih mengeringkannya di mesin cuci. Di tempat kerjapun kita dapat menghemat listrik dengan mematikan lampu, AC, TV, radio, komputer, bila tak digunakan.

Dengan cara itu, bukan hanya listrik yang dihemat, tetapi juga usia pakai peralatan tersebut bisa lebih lama. Yang lebih penting lagi kita bisa mengerem pemanasan global.

Sumber: Intisari edisi April 2007

3 Responses to "Hemat Listrik"

  1. terima kasih postingannya ya..
    salam kenal..
    kunjungi juga blog saya blog myun

    ReplyDelete
  2. bagus postingannya....go green indonesia

    ReplyDelete
  3. @myun & lampu hemat energi: terimakasih telah mampir di blog ini

    ReplyDelete

Maaf komentar yang tidak relevan/spam akan saya hapus.