Tongkol Jagung Langka


Jangan mengaku orang Indonesia kalau belum tahu makanan yang satu ini. Jagung! Pastinya, semua tau dengan makanan yang bisa menjadi salah satu alternatif sebagai makanan pokok tersebut. Kreatifitas dan teknologi yang dimiliki orang-orang di era digital, membuat jagung tidak hanya dapat dimakan dengan cara merebus seperti zaman nenek buyut kita. Jagung disulap menjadi snack yang dipajang bersama makanan ringan lain yang bergengsi dalam supermarket-supermarket di kota besar. Sebut saja untuk semisal: popcorn. Makanan yang dalam bahasa ilmiah disebut Zea May ini, merupakan salah satu tanaman pangan yang penting di dunia. Madura dan Nusa Tenggara adalah contoh dua daerah di Indonesia, yang menjadikan jagung sebagai sumber makanan pokok. Peribahasa yang mengatakan "seumur jagung" mengandung arti suatu masa yang pendek oleh karena siklus hidup jagung hanya memerlukan sekitar 80-150 hari untuk
siap dipanen. Jagung juga merupakan tanaman semusim.


Galibnya, jagung memiliki bunga jantan dan bunga betina secara terpisah. Bunga jantan tumbuh di bagian puncak tanaman berupa karangan bunga, serbuk sarinya berwarna kuning dan mempunyai bau yang khas. Sedangkan bunga betina tersusun dalam tongkol. Tongkol tumbuh di antara batang dan pelepah daun. Pada satu tanaman jagung hanya dapat menghasilkan satu tongkol produktif meskipun memiliki sejumlah bunga betina.

Sekedar informasi, beberapa hari yang lalu saya menemukan satu tongkol jagung yang lain dari biasanya. Tongkol pada jagung tersebut terlihat lebih besar daripada tongkol jagung pada umumnya. Setelah dilakukan pengelupasan pada daun jagung (baca: kulit) ternyata dalam satu tongkol besar juga tumbuh beberapa tongkol-tongkol kecil yang melekat di sekeliling tongkol utama.

Unik. Sebab, pada satu batang jagung varietas unggul saja, yang dalam satu batang jagung bisa menghasilkan beberapa tongkol produktif ; tetap saja tongkol-tongkol tumbuh secara terpisah. Pada kasus ini, satu tongkol jagung terdapat tongkol-tongkol kecil yang tumbuh di sekeliling tongkol utama. Adakah kemungkinan bibit jagung tersebut dapat dikembangkan, sehingga lahir varietas unggul lain? Mungkin ada pembaca yang tahu/bisa menjelaskan tentang jagung ini.

0 Response to "Tongkol Jagung Langka"

Post a Comment

Maaf komentar yang tidak relevan/spam akan saya hapus.