EPILEPSI PADA ANAK

epilepsi pada anak
Epilepsi adalah serangan kejang berulang dua kali atau lebih tanpa penyebab yang pasti dengan interval waktu lebih dari 24 jam. Bentuk serangan epilesi pada anak dapat bersifat aktif seperti kaku seluruh tubuh, tangan dan/atau kaki bergerak-gerak ritmik beraturan, atau anak tampak mengecap-ngecapkan mulutnya. Serangan dapat pula bersifat negatif seperti anak tiba-tiba lemas seluruh tubuh, atau aktivitas anak tiba-tiba berhenti kemudian anak tampak bengong. Jadi bila ada gerakan anak yang tidak seperti biasanya dan berulang, kita harus curiga bahwa anak mengalami serangan epilepsi.

Serangan dapat berupa epilepsi fokal, yaitu apabila serangan mengenai satu sisi badan, kepala atau mata berpaling ke satu arah. Serangan pada epilepsi umum berupa gerakan seluruh tubuh sisi kiri-kanan seperti kaku, kelojotan atau lemas. Tidak benar bahwa anak yang mengalami serangan epilepsi mulutnya harus berbusa. Apalagi ada anggapan bahwa air liur pasien epilepsi dapat menularkan penyakit epilepsi.

Apa yang harus dilakukan?

Carilah dokter anak. Catat nomor telepon dokter dan rumah sakit terdekat agar dapat dihubungi bila Anda mengalami kebingungan tentang epilepsi pada ananda. Turuti anjuran dokter untuk makan obat anti-epilepsi (OAE) sampai 2 tahun bebas kejang. Laporkan bentuk serangan epilepsi pada dokter, terutama bila bentuk serangan berbeda. Tanyakan efek samping OAE yang diminum ananda dan apa yang harus dilakukan bila timbul efek samping obat. Tak lupa, selalu pasitkan obat penghenti kejang tersedia saat serangan terjadi.

Bila anak emngalami serangan, perhatikan dengan baik gerakan kepala dan anggota gerak. Hal ini penting untuk diceritakan ke dokter sebagai bentuk serangan anak. Laporan bentuk serangan ananda akan mebentu dokter dalam menentukan pilihan obat epilepsi yang tepat. Bila serangan anak berupa bengong atau mengecap-ngecp, serangan dapat dihentikan denganmenepuk-nepuk badan sehingga anak dapat sadar kembali.

Apabila serangan berupa gerakan kelonjotan seluruh tubuh, lakukanlah hal berikut: jangan panik, longgarkan pakaian anak, pastikan udara napas lancar. Miringkan anak ke satu sisi sebagai antisipasi bila anak muntah agar tidak akan masuk ke paru-paru. Biarkan kejang berlangsung, umumnya akan berhenti sebelum lima menit. Bila tersedia obat penghenti kejang segera masukkan melalui dubur anak. Semprotkan semua obatnya dan biarkan sampai kejang berhenti, setelah itu baru plastik tabung obat ditarik keluar. Bila kejang tidak berhenti, obat penghenti kejang dapat diberikan sekali lagi. Dampingi anak sampai sadar kembali. Tidak diperbolehkan memasukkan benda ke dalam mulut di antara gigi atas bawah. Lidah tergigit lebih sering terjadi pada anak yang mengalami dehidrasi mental. Tidak boleh pula mengikat anak saat serangan kejang.

Apakah Epilepsi ananda akan mudah diobati?

Tujuan pemberian OAE adalah agar serangan epilepsi pada ananda berhenti. Beberapa faktor resiko berperan apakah epilepsi ananda akan mudah atau sulit diobati. Epilepsi ananda akan sulit diobati bila awal serangan terjadi di usia kurang dari 1 tahun, adanya keterlambatan perkembangan, adanya kelainan neurologis seperti kelumpuhan, gambaran EEF tidak normal, adanya kelainan dalam gambaran MRI kepala bentuk serangan kejang lebih dari 1 macam, atau tidak berhenti dengan satu macam OAE. Bila ananda cenderung sulit diobati, sebaiknya berobatlah ke dokter saraf anak atau dokter saraf dewasa di kota anda.

Sumber: Kompas, Minggu 7 Desember 2014
Dokter: Irawan Mangunatmadja

0 Response to "EPILEPSI PADA ANAK"

Post a Comment

Maaf komentar yang tidak relevan/spam akan saya hapus.